Pada April 2018, saya melakukan perjalanan singkat ke Penang. Sebelumnya pada tahun 2015 saya sudah pernah melakukan solo travel ke kota tua yang berada di sebelah barat Semenanjung Malaysia ini, hanya transit 1 malam saja dan tidak dapat melakukan banyak hal di kota ini. Dikarenakan waktu tempuh dari kota domisili saya yaitu Medan menuju Penang tergolong cukup dekat yaitu hanya kurang lebih 50 menit menggunakan pesawat dan banyaknya promo tiket pesawat dengan rute Medan-Penang maka saya pun melakukan perjalanan ke Penang lagi dengan waktu yang lebih lama yaitu 3 hari 2 malam.
Penang adalah salah satu kota yang banyak diburu wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain Melaka, kota ini juga masuk dalam daftar situs warisan dunia yang dilindungi oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Salah satu wisata yang mendunia dari Penang ialah mural-nya atau lukisan dinding yang berada di art street daerah George Town.

Selama di Penang saya melakukan perjalanan dengan beberapa teman saya dari Medan dan Jakarta. Kami menginap di daerah George Town. Menginap di daerah George Town adalah lokasi yang strategis karena jaraknya tidak jauh dari terminal Komtar dan tempat wisata yang terkenal di Penang antara lain mesjid Kapitan, night market, mural, dan bangunan tua lainnya. Selama di kota ini, kami merasakan teriknya cuaca di kota ini oleh sebab itu disarankan menggunakan pakaian yang mudah menyerap dan tidak gerah agar liburan terasa nyaman. Cara mengelilingi kota ini juga banyak dilakukan dengan berjalan kaki maka sebaiknya sepatu yang digunakan juga yang nyaman.

Salah satu kegiatan yang banyak dilakukan para wisatawan saat tiba di kota ini ialah berburu mural. Pada saat mencari lokasi tempat mural berada saya hanya menggunakan google map. Berburu mural ini seperti mencari harta karun dikarenakan lokasinya berada di gang kecil. Butuh kesabaran saat hunting mural karena kita harus bergantiaan dengan wisatawan lain saat akan mengambil foto. Pada saat hunting mural dan saat melihat lukisan yang ada di pinggir jalan tersebut terlihat sederhana tetapi jika saat difoto maka nilai seninya akan semakin tinggi dan semakin ciamik dikarenakan lukisan merupakan lukisan 3D sehingga objek menyatu dengan lukisan-lukisan tersebut. Berikut foto yang sempat saya abadikan selama di Penang, jumlahnya tidak banyak dikarenakan hujan jadi saya tidak mengeluarkan kamera saya dan ini diambil hanya menggunakan kamera handphone.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib