Vietnam merupakan salah satu negara yang berada di Asia Tenggara dan termasuk salah satu negara yang sudah banyak dilirik oleh para wisatawan untuk tujuan destinasi mereka selanjutnya. Traveling ke Vietnam tidak perlu mengeluarkan budget terlalu banyak asal bisa memanage-nya dengan baik dan bijak. Me-manage saja tidak cukup jika tanpa menggali informasi tentang Vietnam, mulai dari tempat yang akan dikunjungi dan hal-hal positif serta negatif apa saja yang sering dialami wisatawan saat traveling ke Vietnam. Disini saya akan memberikan tips agar hemat dan selamat selama melakukan traveling di Vietnam.

1. Hunting Tiket Pesawat
Jika tinggal di Indonesia, banyak cara untuk sampai ke Vietnam. Cara paling murah yaitu selalu memanfaatkan free seat atau promo. Rute yang digunanakan ialah transit di Kuala Lumpur atau Singapore. Jika dari Jakarta, banyak rute pesawat tujuan Vietnam dengan transit di Singapore dan Kuala Lumpur dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Teman saya dari Jakarta-Vietnam transit di Singapore mendapatkan harga berkisar 600ribu dan ada juga tujuan Jakarta-Vietnam dengan transit di Kuala Lumpur mendapatkan harga yang sama, bahkan ada yang lebih murah dari itu. Harga tersebut sama-sama menggunakan pesawat LCC dimana harga tersebut tidak termasuk bagasi.

Waktu itu saya dari Medan ke Vietnam transit di Kuala Lumpur mendapatkan harga 450ribu rupiah menggunakan jenis pesawat yang sama yaitu LCC. Bagi saya hanya mendapatkan kabin 7kg bukan suatu kendala, karena selama 6 hari traveling ke Vietnam saya hanya membawa backpack 20 Liter, padahal saya wanita berhijab otomatis pakaiannya panjang, dan perlengkapannya lumayan banyak hehe. Bagaimana tips-nya? nanti coba saya tulis hehe.

2. Penginapan
Harga penginapan di Vietnam lumayan murah, dormitory atau kamar asrama dengan kondisi bersih, nyaman, include sarapan dibandrol dengan harga dibawah 100ribu rupiah. Jika menggunakan kamar private juga tidak terlalu mahal, hanya menambah sedikit cost. Lokasi penginapan strategis yaitu daerah Ben Than.

Ben Than merupakan daerah distrik yang ada di Ho Chi Minh City (HCMC). Dan dari lokas ini juga dekat dengan tempat wisata lainnya, bisa ditempuh hanya dengan jalan kaki. Dari Ben Than menuju tempat wisata Reunification Palace, Post Office, Ho chi Minh Squares, Cathedral Saigon Notre-Dame Basilica, taman kota, dan tentunya Ben Than Market, semua tempat itu dapat ditempuh hanya dengan jalan kaki.

3. Transportasi Selama Berada di Vietnam
Di Vietnam banyak terdapat bus dengan berbeda-beda tipe. Ada bus yang mirip Trans Jakarta dan ada juga bus yang mirip Metromini. Untuk menaiki transportasi jenis ini harus hati-hati, selain banyak jambret, juga terhalang bahasa. Kalau perlu nama tempat yang akan dituju ditulis di kertas lalu diberi ke kondektur atau supirnya. Karena pronunciation nya mereka dengan kita beda ahaha. 

Untuk bus dari bandara ke Ben Than Market sudah ada yang bisa berbahasa Inggris. Harga bus umum di Vietnam ini sangat terjangkau, tujuan Tan Son Nhat International Airport (Bandara di Ho Chi Minh City) menuju Ben Than Market dibandrol VND 10.000, jika membawa backpack yang berukuran besar dikenakan biaya VND 20.000. Jenis bus yang digunakan mirip dengan Trans Jakarta.

Untuk bus antar kota bisa dibeli secara online atau on the spot (langsung ke tempat penjual tiket), sebaiknya mencari tau terdahulu kisaran harganya melalui internet karena Vietnam terkenal dengan scam nya.


Selain menggunakan transportasi umum, dapat juga menyewa sepeda motor. Cara ini juga banyak dilakukan oleh para wisatawan. Tetapi harus diketahui bahwa Vietnam memiliki jalur sebelah kanan, kita sebagai orang Indonesia sering terkecoh karena sering menggunakan jalur sebelah kiri. Dan perlu diketahui lagi bahwa transportasi yang paling banyak digunakan warga Vietnam ialah sepeda motor. Khususnya di HCMC, ketika menyebrang saja susah, bagaimana dengan menggunakan sepeda motor? menggunakan sepeda motor di HCMC harus memiliki skill yang tinggi dan sebaiknya harus punya SIM Internasional terlebih dahulu.

4. Menukar Mata Uang ke Dong Vietnam
Mata uang Vietnam ialah dong Vietnam. Mendapatkan dong bisa dengan cara menukar ke money changer atau mengambil lewat mesin ATM. Jika akan membawa uang cash, sebaiknya membawa USD karena di Vietnam tidak bisa menukar langsung dari rupiah dan walapun bisa nilai tukarnya bisa sangat rendah. Tapi di jaman sekarang, kebanyakan orang lebih suka menggunakan kartu debit dan kartu kredit di luar negeri jadi tidak perlu ke money changer lagi. Sebaiknya mencari tau terlebih dahulu bank mana yang memiliki rate yang bagus. Untuk pengambilan uang di luar negeri menggunakan kartu ATM, rata-rata dikenakan biaya administrasi sebesar IDR 25.000.

Nilai dong Vietnam itu lebih rendah dibanding rupiah Indonesia. Jadi inilah salah satu yang menyebabkan traveling ke Vietnam lebih murah dibanding ke negara lain.

5. Style Selama Traveling
Style selama traveling itu memang penting bagi sebagian orang. Sebagian orang yang suka difoto seringnya menggunakan ootd yang lebih bagus selama traveling. Style yang bagus tidak mengapa asal tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan seperti memakai emas atau barang berharga lainnya selama traveling, khususnya di Vietnam. Sewaktu saya ke Vietnam, saya berkenalan dengan traveler asal negara lain, dia menceritakan bahwa dia dijambret pada saat turun dari bus, ini disebabkan perhiasan yang dia gunakan terlalu mencolok yaitu memakai kalung, gelang, cincin, anting yang terbuat dari emas. Jelas saja ini mengundang orang lain untuk berbuat hal yang negatif.

Selama traveling di Vietnam, sebaiknya tidak menggunakan handphone sambil berjalan karena disana rawan jambret. Jika mengeluarkan handphone sebaiknya melihat kondisi lingkungan terlebih dahulu, karena sistem kerja sebagian jambret berkelompok dan mengintai.

Kenali jenis scam yang banyak terjadi di negara yang akan dituju. Hidup memang tidak selamanya harus berpikiran positif kepada orang lain apalagi dengan orang yang baru dikenal.

Ini bukan untuk menakut-nakuti tapi agar lebih hati-hati dan waspada, sehingga pulang dengan selamat dan tidak membawa kesan negatif dari negara yang dikunjungi.

4 komentar:

  1. Wah baca kurs Rupiah lbh oke jadi minat traveling ke Vietnam juga... thank sharingnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih juga mas sudah membaca tulisan saya hehehe

      Hapus
  2. Dimana pun kita traveling emang harus tetap hati hati yaa. Karena jambret and all name it, ngga bisa diprediksi kan.

    Ke Vietnam ke spot mana aja mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ke kota Ho Chi Minh, Mui Ne, dan Dalat hehehe

      Iya, mau kemana aja tetap waspada karena kejahatan ada dimana-mana..makasih sudah berkunjung kesini hehe

      Hapus

| Designed by Colorlib