Blue Mosque - Sultan Ahmed
Dari banyaknya pertanyaan tentang travel ke negara Turki, membuat saya tergerak menuntaskan tulisan ini. Turki memang terkenal negara cantik dan sangat layak untuk masuk bucket list negara yang wajib dikunjungi. Cantiknya negara ini benar adanya, mulai dari kota Istanbul yang sangat ciamik, Cappadocia yang terkenal dengan hot air ballons dan alamnya yang luar biasa, Selcuk terkenal dengan Ephesus yang penuh dengan sejarah, pemandian air panas di Pamukalle, Ankara yang sekarang merupakan ibukota negara Turki, Uludag Mountain yang terkenal dengan saljunya, etc. Untuk menjelajahi tempat yang dijuluki Konstantinopel ini banyak asumsi bahwa sulitnya untuk masuk ke Turki, banyaknya isu-isu tentang Turki bahwa negara ini tidak aman, ada lagi berasumsi bahwa mengunjungi negara ini harus mengeluarkan budget yang relatif mahal. Asumsi-asumsi tersebut tidak benar adanya, negara ini aman untuk dikunjungi, relatif murah, dan untuk masuk ke Turki hanya menggunakan e-visa atau VOA. Berikut 7 hal yang dapat menekan pengeluaran selama traveling ke Turki:


1. Tiket Pesawat
Dari Indonesia untuk menuju Istanbul ada banyak cara, kenapa Istanbul? karena penerbangan international banyaknya tujuan ke kota Istanbul dibanding kota-kota lainnya. Penerbangan bisa dari jakarta langsung ke Istanbul, atau tujuan dari Kuala Lumpur ke Istanbul dengan transit di Doha-Qatar jika menggunakan pesawat Qatar Airways, transit di Dubai jika menggunakan maskapai Emirates, atau bisa dengan cara lain tergantung tiket promo yang didapat, karena membeli tiket pesawat dengan harga promo dapat menekan budget yang harus dikeluarkan selama traveling.

Saat transit di Doha-Qatar

2. Visa
Untuk mendapatkan visa Turki itu relatif mudah. Ada dua jenis visa yang digunakan yaitu Visa On Arrival (VOA) yang pembuatannya pada saat tiba di bandara tujuan, dan e-visa dibuat hanya melalui webside https://www.evisa.gov.tr/en/ dan pembayarannya menggunakan kartu kredit atau kartu debit mandiri. Saya merekomendasikan sebaiknya menggunakan e-visa, karena mudah, tidak perlu mengantri VOA di bandara, dan lebih murah yaitu biaya visa USD 25 dan biaya servis USD 0.70. E-visa tersebut bersifat single entry yang artinya hanya dapat digunakan hanya satu kali kunjungan dengan waktu maksimum 30 hari. Setelah e-visa jadi, tinggal di print dan dilampirkan bersama paspor. 
Contoh penampakan e-Visa


3. Penginapan (Hotel/Hostel/Apartemen)
Penginapan di Turki cenderung murah, untuk lokasi yang berada di touristy seperti daerah Sultan Ahmed, harganya masih berkisar +/- IDR 100.000 dan ada juga di bawah harga tersebut, tergantung style dan budget travel masing-masing. Jika traveling bersama keluarga juga dapat menggunakan apartemen atau hotel yang lebih luas dan harganya juga masih tergolong murah.
Hostel di daerah Sultan Ahmed

4. Transportasi
Ada banyak pilihan transportasi yang dapat digunakan di Turki, jika pergi berkelompok dapat menyewa mobil van atau minibus dengan harga relatif murah. Jika ingin lebih murah dan merasakan transportasi umum juga banyak pilihan yaitu tram, metro, bus, dan fery. Menggunakan transportasi umum di Istanbul sebaiknya membeli Istanbulkart yang dapat digunakan untuk menaiki kendaraan umum selama di Istanbul dan dapat di top up atau diisi kembali jika saldo di Istanbulkart sudah habis. Istanbulkart juga dapat digunakan untuk lebih dari satu orang.
Istanbulkart
Untuk mengunjungi kota lain selain Istanbul bisa menggunakan pesawat atau bus. Jika naik hot air ballons masuk dalam list perjalananmu maka kota yang wajib dikunjungi ialah Cappadocia. Menuju Cappadocia dan cerita tentang naik balon udara dapat mengunjungi link  disini, di tulisan tersebut sudah saya ceritakan bagaimana Cappadocia dan naik balon udara disana. Menuju Cappadocia dapat menggunakan bus atau pesawat. Saya memilih menggunakan pesawat karena harganya tidak terlalu mahal, saya mendapatkan harga IDR 200.000 dengan durasi 1.5 jam dari Istanbul ke bandara Kyaseri.


Pemandangan Bandara Kayseri
Selain Cappadocia bisa melanjutkan perjalan ke Pamukalle. Saya tidak bercerita tentang Pamukalle karena dari Cappadocia saya langsung mengunjungi kota Selcuk menggunakan bus malam. Di Selcuk terdapat tempat bersejarah yaitu Ephesus. Selain Ephesus saya mengunjungi desa Sirince. Sirince sangat berkesan sekali bagi saya karena unik. Cerita tentang desa Yunani yang bernama Sirince tersebut sudah saya tuliskan di link berikut disini .

5. Biaya Masuk Tempat Wisata
Di Turki banyak sekali tempat wisata yang harus didatangi, untuk menghemat pengeluaran selama mengunjungi tempat wisata dengan cara membeli musem pass, harganya TL 85 dapat digunakan ke Istana Topkapi, Hagia Sophia, Harem, Archeological Museum,Museum of Turkish and Islamic Arts, Istanbul Mosaic Museum, dan Museum Chora, dan dapat digunakan di kota lain seperti Ephesus di Selcuk selama 3 hari. Jika mengunjungi Turki lebih lama lagi maka dapat membeli museum pass seharga TL 185 yang bisa digunakan selama 15 hari. Keuntungan menggunakan museum pass ini selain murah dapat menghemat waktu saat pembelian tiket di masing-masing tempat wisata karena di loket pembelian tiket wisata selalu padat dan harus mengantri panjang. Tempat penjualan museum pass ini salah satunya di loket tiket museum Hagia Sophia.

Turkey Museum Pass
6. Makanan
Harga makanan di Turki standar dan porsinya besar sekali. Untuk 1 porsi dapat dinikmati oleh 2 orang Indonesia yang ukuran makannya normal atau 2 porsi untuk ber 3. Kalau 1 orang 1 porsi cenderung bersisa karena banyak. Dengan cara ini juga dapat menghemat pengeluaran. Untuk breakfast masing-masing hotel dan hostel biasanya disediakan, manfaatkan selalu fasilitas yang disediakan agar pengeluaran traveling tidak over budget.
Menu breakfast

2 porsi bisa dimakan oleh 4 orang dan masih ada sisanya :)


7. Oleh-oleh dari Turki

Banyak pilihan yang bisa dijadikan buah tangan dari Turki, yaitu jilbab Turki, kaos, gantungan kunci, tempelan kulkas, dompet kecil tempat koin, skincare, snowball, etc. Bagi budget traveler dapat membeli tempelan kulkas atau gantungan kunci yang tersebar di pasar atau tempat wisata disana, harganya tidak jauh berbeda antara pasar dan toko-toko souvenir di dekat tempat wisata. Sebagian traveler tidak membawa oleh-oleh dari negara yang dikunjunginya karena beratnya barang yang harus dibawa, tidak ada space bagasi a.k.a sudah full, no budget untuk membeli oleh-oleh. Saya termasuk salah satu yang tidak memikirkan oleh-oleh saat bepergian. Bagi saya cerita itu jauh lebih bernilai dibanding hanya souvenir. Sebaiknya jangan meminta oleh-oleh kepada teman atau kerabat yang sedang traveling karena tidak pernah tahu kesulitan apa yang dihadapi agar bisa mencapai tempat tujuan dan balik ke daerah asalnya. Jika diberi oleh-oleh maka bersyukur dan ucapkan terima kasih, jangan mencela barang yang diberikan karena untuk membawa barang yang tujuannya untuk diberikan kepadamu itu melewati proses panjang, mulai dari beratnya tas yang harus dibawa, melewati pemeriksaan imigrasi yang kadang tidak mulus, melewati x-ray yang kadang ada drama tas yang harus dibongkar. Daripada mengharapkan oleh-oleh lebih baik traveling kesana langsung, selain dapat pengalaman dan dapat menikmati hidup juga.


Toko Suvenir
Sekian tulisan ini saya buat, tujuannya ialah mengubah mindset orang tentang jalan-jalan ke luar negeri itu mahal. Kunci utama agar dapat menikmati indahnya dunia ialah bermimpi, lalu mencari tahu informasi seluk beluk tempat tujuan lalu menabung. Dreams come true jika benar-benar serius untuk menggapainya. Spend your money on experiences rather than stuffs. 


11 komentar:

  1. Woww... Pengen banget ke turki. Btw terimakasih ulasan singkatnya..��

    BalasHapus
  2. bulan apa yg bagus kesana? dan bulan apa yg pamukalenya ga kering, karena saya ada lihat foto teman saya pas kesana pamukale kering

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagusnya bulan april mas klw ke Turki, ada tulipnya, pamukkale gak kering, dan kalau mau main salju bisa di uludag masih ada...dan balon di cappadocia juga terbang hehhe

      Hapus
    2. Tapi teman saya oerginya april thn lalu..pamukalenya kering or beku kayaknya ga berair tingkat2 kayak foto2 yg beredar

      Hapus
    3. teman saya pas april mampir ke pamukkale dan ada airnya...akhir april gitu sih perginya..mungkin teman mas Jeff Jo lagi kurang beruntung ya

      Hapus
  3. Balasan
    1. Sama2 mas...terimakasih sudah membaca :)

      Hapus
  4. Untuk cwe solo travel apakah aman mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. aman mbak, kemarin pas disana saya banyak ketemu solo travelnya cewek dan info dari mereka juga aman2 aja mbak :)

      Hapus
  5. Mba, boleh share ref itinerarynya day by day?

    BalasHapus

| Designed by Colorlib