Pada oktober 2017 saya pergi ke Melaka dengan kedua teman saya, sebut saja namanya Juni dan Ian. Sebelumnya saya sudah pernah pergi sendirian ke Melaka pada oktober 2016. Sebetulnya tidak sendiri karena bertemu travelmate di bandara dan akhrinya memutuskan explore Melaka bersama, cerita ini udah saya tulis disini. Waktu pertama traveling ke Melaka saya tidak tahu bahwa ada mesjid di pinggir selat Melaka ini. Saya tahu dikarenakan pada saat menonton TV dengan ayah saya dan acara yang kami tonton ialah tentang jalan-jalan ke mesjid selat Melaka ini. Saya juga melihat ada backpacker memposting tentang hunting sunset disini. Sebelumnya saya hanya mengunjungi sekitaran old town saja. 


Sebagai penyuka sunset,saya dan teman memutuskan untuk ke Mesjid pada jam 5 sore. Dari kota tua yaitu tempat touristy di Melaka menuju ke mesjid selat Melaka ini tidak terlalu jauh, hanya berjarak +/- 10 km. Transportasi menuju kesana ialah taksi. Kami memilih taksi online dengan harga RM 6 dan masing-masing dari kami cukup mengeluarkan biaya RM 2, begitu juga dengan biaya balik dari mesjid ke kota tua Melaka.


Tampak Depan


Tampak Samping
Sesampainya di mesjid ini, ternyata banyak wisatawan yang berkunjung kesana. Wisatawan yang datang juga beragam, saya menemukan banyak orang Korea yang singgah ke mesjid ini. Walaupun mesjid adalah rumah ibadah ummat muslim tetapi wisatawan yang datang beragam, tidak hanya muslim saja. Dikarenakan mesjid ini memang fotogenik sekali apalagi berkunjung pada waktu sore sampai malam hari. Mesjid yang dilatarbelakangi oleh sunset merupakan perpaduan yang dapat menyejukkan mata dan ditambah lagi suara ombak dan tiupan angin pantai yang membuat betah berlama-lama disini.


Mesjid di Malam Hari
Siluet
Tempat ini sangat ciamik untuk diabadikan melalui lensa kamera karena hasilnya memang bagus. Jika air pasang, mesjid ini seperti mengapung, oleh sebab itu dinamakan mesjid Terapung Selat Melaka. Bagi yang gemar berburu sunset, tempat ini bisa dimasukkan ke dalam bucketlist  kamu. Melaka itu tidak terlalu luas dan antara tempat yang satu dan yang lain tidak terlalu jauh. Jika menginap selama 2 malam bagi saya terlalu lama, karena waktu di Melaka saya hanya menginap semalam saja. Kesini sangat cocok dilakukan pada saat weekend dikarenakan Melaka sangat sepi jika dikunjungi pada saat weekday.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib