Mari Kita Jalan-jalan ke Sirince

Khas Bangunan Sirince yaitu Rumah Putih yang Memiliki Jendela Besar
Pertama mendengar desa Yunani pasti mindset kita terfokus dengan negara Yunani, tapi Sirince itu masih bagian dari negara Turki. Dilihat dari historinya bahwa dulunya Izmir merupakan bagian Yunani kemudian direbut oleh kerajaan Turki sehingga masuk bagian Turki sampai sekarang. Selcuk berada di provinsi Izmir dan Sirince merupakan desa yang berada di kota Selcuk jadi nama lain dari Sirince ialah desa Yunani. Bentuk Yunani yang masih tersisa dari desa ini ialah bangunannya yang masih berbentuk Yunani kuno dengan rumah berwarna putih dan jendela yang besar. Desa ini bentuknya cukup unik karena berada di daerah yang berbukit-bukit dan membuat bangunan ala-ala Yunani terlihat ciamik. Untuk mengitari desa ini kami melewati jalanan kecil dan dengan kondisi jalanan yang naik turun.
Dolmus Terparkir di Terminal Selcuk (rapi banget :) )
Sebelum pergi ke Sirince, kami memiliki beberapa option tempat yang akan dikunjungi yaitu ke kota Izmir menggunakan kereta api dari stasiun di Selcuk, ke pantai, atau ke Sirince. Kami (saya dan ketiga teman) memutuskan ke Sirince karena berdasarkan informasi yang di dapat dari resepsionis hotel (hotel kami berada di kota Selcuk) bahwa menuju ke Sirince sangat mudah, yaitu hanya menggunakan dolmus (angkotnya Turki) langsung sampai ke Sirince. Setelah menggunakan dolmus dengan tarif TL 3.5 dengan waktu tempuh sekitar 40 menit dan sepanjang jalan disuguhkan pemandangan perkebunan yang berbukit-bukit maka sampailah kami ke desa Sirince. ternyata disini banyak sekali orang jualan. Hal pertama yang kami lakukan setelah sampai ialah langsung masuk ke toko dan ngecek harga yang ada disana, ternyata harga souvenir seperti mainan kunci, tempelan kulkas dan banyak lagi dibandrol dengan harga jauh lebih murah dibanding harga yang ada di Cappadocia dan Istanbul (Selcuk kota terakhir yang kami kunjungi sebelum balik ke Istanbul). Yang lebih membuat kami exited yaitu banyaknya skin care dijual disini, harganya juga lumayan murah dan kualitas produknya juga bagus, waktu saya cek formula dan mencoba review produk pada diri sendiri hasilnya juga cocok.

Tempelan Kulkas yang Diobral

Skin Care
Sirince juga dikenal sebagai desa penghasil wine dan minyak zaitun. Maka disini banyak toko yang menjual wine bahkan ada pabriknya juga (kami tidak masuk). Dan minyak zaitun juga sudah dikenal kualitas untuk produk kesehatan dan kecantikan oleh sebab itu banyak skin care yang dipasarkan disini dari olahan minyak zaitun.

Jenis-jenis Skin Care yang Dijual, Mulai dari Lotion, Cologne, Sabun, Masker, etc

Berbagai Macam Sabun (enak banget ni sabun, sayang cuma beli 1 doank :(

Toko Wine

Narsis dulu lah...(saya, sri, ibu-ibu pedagang di Sirince, dan mas Feriyadi)
Selcuk memang terkenal dengan kota pensiun, karena banyak orang tua yang tinggal di kota ini, terutama di Sirince, pedagangnya juga banyak dari warga lokal yang sudah berusia senja. Seperti foto di atas bahwa yang menjual kain hasil tenun dan flower crown adalah ibu-ibu tua.

Pengunjung Banyak yang Menggunakan Flower Crown

Ada juga yang Pre Wedding Disini :)
Kabarnya pasar seperti pekan (kalau Indonesia pekan ahahaha) ini tidak ada setiap hari, hanya weekend dan hari besar saja. Ketepatan kami ke Sirince pada hari minggu jadi merasa beruntung. Wisatawan yang datang tidak hanya dari mancanegara tetapi banyak juga orang Turki yang berkunjung kesini, yang kabarnya lagi banyak wisatawan dari Istanbul yang menikmati hari libur di Sirince.

Baptist Church Sirince
Banyak yang Melempar Koin di Kolam ini yang Kabarkan akan Balik Lagi kesini

Di Sirince juga terdapat gereja yang sekarang sudah beralih menjadi museum. Gereja ini terletak diantara tempat orang berdagang, jadi jika mata sudah lelah melihat barang dagangan bisa sejenak melihat-lihat yang lain, contohnya mengunjungi museum ini dan masuk tidak dikenakan biaya a.k.a gratis.

Waktu yang kami butuhkan untuk mengelilingi desa ini tidaklah banyak, berkeliling hanya sekitar 3 jam, maka kami memutuskan untuk balik dan ternyata pada saat balik kondisi jalanan sudah macet, lagi-lagi beruntung kami pergi ke Sirince lebih pagi dan jalanan masih longgar. Dengan jalanan berkelok-kelok dan kondisi macet maka terlihat seperti jalanan puncak Bogor, cuma macet di Sirince tidak sepanjang di puncak Bogor hehehe.



Hidup ini untuk dinikmati, termasuk menikmati dan melihat keindahan yang ada di bumi ini :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib